Sabtu, 06 Juli 2013

Seri Entrepreneur (4) – Bisnis Sepatu Minim Modal



Bisnis sepatu adalah bisnis modal minim, atau tidak ada modal sama sekali. Untuk memajukan dunia usaha di tanah air, kami menyediakan peluang kerjasama keagenan sepatu yang menguntungkan buat Anda para pengusaha, wirausaha, ibu rumah tangga, mahasiswa atau pekerja kantoran yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan melalui bisnis ini. Sistem yang kami tawarkan mulai dari reseller, grosir, eceran hingga dropship. 

Bisnis ini bisa dijadikan sebagai usaha nyata bagi para wirausahawan muda maupun sebagai sumber penghasilan tambahan. Marjin yang ditawarkan juga sangat menguntungkan. Dan kepada mereka calon wirausaha yang tidak memiliki modal namun berkeinginan kuat untuk berbisnis dengan kami, cukup manfaatkan katalog offline dan online yang kami sediakan untuk ditawarkan kepada calon-calon konsumennya masing-masing dengan sistem dropshipping. Produk yang dikirim dari jalur ini kepada konsumen akan diatasnamakan kepada para reseller, bukan atas nama TokoSepatuBogor.

Agar menjadi pengusaha kecil yang sukses, ada baiknya Anda memulai dari menentukan siapa target pasar yang dibidik. Jika di lingkungan lebih banyak perempuan, mungkin bisa mencoba dengan sepatu kerja wanita. Atau bila banyak anak kecil, bisa ditawarkan pada orang tuanya sepatu balita. Namun kalau Anda belum bisa menentukan pangsa pasarnya, bisa dengan membeli masing-masing kategori (anak, wanita, balita) sebagai contoh plus katalognya. 

Untuk memudahkan pelanggan dan calon mitra usaha, kami juga membuka layanan komunikasi 24 jam untuk menjawab segala pertanyaan berkaitan dengan produk maupun sistem kerjasama. Kami tidak menutup peluang untuk memberikan best price untuk jumlah kuantitas tertentu dan memberikan potongan harga pada ongkos pengiriman jika memang ada kesepakatan bisnis.

Seri Entrepreneur (3) – Memulai Bisnis Sepatu



Sepatu adalah produk yang pasti dibutuhkan oleh setiap orang, dan bahkan menjadi produk gaya hidup. Lihat saja iklan-iklan sepatu yang ada di media elektronik maupun cetak, hampir tidak ada yang menjelaskan keunggulan fisik sepatu, tapi lebih kepada model dan gaya sepatunya. Sebab memang orang menggunakan sepatu sama seperti handphone, ada pergeseran dari kebutuhan menjadi keinginan, dari fungsional menjadi lifestyle.

Sebagai distributor resmi produk sepatu dari perajin-perajin yang ada di Jawa Barat, kami memahami bahwa sepatu yang laris adalah sepatu yang kualitasnya teruji dan harganya terjangkau. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa produk kami laku keras tidak saja di kota Bogor, melainkan juga di daerah-daerah perkotaan lainnya. Tentu ini adalah peluang usaha bagi calon mitra kami dalam memasarkan sepatu ini.

Berapa modal untuk menjadi mitra kami? Sangat terjangkau. Bahkan bisa tanpa modal sama sekali, yaitu dengan cara menggunakan katalog untuk berjualan. Atau Anda memiliki blog sendiri, lalu kami kirimkan gambar-gambarnya untuk Anda dengan daftar harga, lalu Anda jual kepada pengunjung blog dengan harga yang sudah ditambahi marjin sesuai dengan keinginan Anda. Sederhana sekali, bukan?

Banyak dari mereka yang ingin berbisnis, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, PNS tapi tidak memiliki modal yang cukup. Dengan menjadi mitra kami, permasalahan itu sudah tidak ada lagi. Yang penting adalah bagaimana Anda serius menekuni bisnis sepatu ini.

Jumat, 05 Juli 2013

Seri Entrepreneur (2) – Mencari Produk untuk Dijual



Berbisnis tidak membutuhkan sekedar teori. Ibarat berenang, langsung masuk ke kolam meski tidak tahu teknik jauh lebih baik ketimbang mengerti dan hafal seluruh teori tapi tidak pernah menyentuh air. Demikian juga dengan wirausaha. Semua butuh jam terbang dan pengalaman langsung, bukan sekedar memahami dari buku-buku tekstual. 

Untuk memulai usaha, bisa diawali dari produk yang paling laku dan juga dibutuhkan oleh banyak orang. Umumnya barang yang dicari adalah makanan, fesyen, dan teknologi komunikasi. Memang banyak tukang pecel lele di setiap daerah, tapi setiap hari masing-masing lapak lele pinggir jalan selalu penuh. Seolah pasar penikmat ikan air tawar ini tidak ada habis-habisnya. Lihat juga di sekitar kita, betapa banyaknya restoran Padang, tapi jarang sekali ada yang bangkrut. Bukankah mereka saling bersaing? Mungkin saja, tapi yang pasti mereka tidak pernah kehabisan pelanggan.

Demikian juga dengan produk fesyen. Kaos, kemeja, busana muslim, aksesoris hingga sepatu. Meski banyak yang jualan, tapi seolah-olah konsumen selalu saja berdatangan dan lapak atau butik-butik fesyen tidak pernah sepi dari pengunjung. Ini menandakan bahwa industri tersebut ‘ ga ada matinye’
 
Sepatu sebagai produk dari industri  fesyen juga seolah-olah tidak pernah kekeringan pembeli. Baik yang berjualan melalui toko maupun secara online, keduanya punya pangsa pasarnya masing-masing. Jadi bagi Anda yang ingin berbisnis namun bingung mau jualan apa, kenapa tidak coba berjualan sepatu saja?

Seri Entrepreneur (1) - Memulai Bisnis



Dunia kerja saat ini sudah penuh persaingan. Banyak sarjana menganggur setiap tahunnya dan bahkan di antara mereka ada yang berprofesi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ada sarjana pertanian yang kerja di bank, ada lulusan teknik mesin yang kerja di bagian pemasaran, ada pemegang gelar SE yang menjadi sekretaris, dan sebagainya. Mungkin bagi sebagian orang tidak masalah karena, meski berbeda pekerjaan dengan pendidikan, namun masih ‘terhormat’ karena di kantoran. Tapi tidak sedikit justru ada sarjana yang menjadi satpam, office boy dan bahkan tukang ojek. Ini bukan kisah fiktif, namun nyata terjadi di beberapa kota di Indonesia.

Untuk menghindari persaingan antar lulusan perguruan tinggi dalam pasar tenaga kerja, beberapa universitas pun membuka program wirausaha bagi mahasiswanya. Tujuannya adalah agar ketika lulus mereka tidak lagi mencari kerja, namun justru membuka lapangan kerja. Tentu secara idealisme hal ini sangat bagus sekali, namun pada kenyataannya program wirausaha tersebut hanya sebatas teori sehingga lulusan yang dihasilkan pun miskin pengalaman.

Untuk memulai usaha, sebagian beranggapan butuh modal berupa uang. Padahal modal sesungguhnya adalah integritas dan kapabilitas. Integritas berkaitan dengan kepercayaan yang dibangun, sedangkan kapabilitas adalah kemampuan. Untuk yang pertama, dipengaruhi oleh pendidikan keluarga. Sedangkan kapabilitas berkaitan dengan pengalaman. Tidak mungkin ada pengalaman, jika sejak mahasiswa tidak pernah belajar berbisnis.

Rabu, 03 Juli 2013

Memilih Sepatu Kerja yang Nyaman (2)

Sepatu Kerja Wanita
Seorang ahli bedah podiatri dari New York, Suzanne Levine merekomendasikan para wanita untuk memilih sepatu yang memiliki bidang yang palsu.  Apa yang dimaksud dengan bidang palsu? Yaitu bidang luas di bagian datarnya, sehingga ada sisa bidang palsu (kosong) di atasnya. Biasanya ada pada sepatu dengan ujung yang runcing. Bidang palsu ini bisa menghindari pengguna dari rasa sakit pada jari kaki dan kaku.
 
Selain itu, pilihlah sepatu yang memiliki bagian bantalan yang empuk agar nyaman dipakai kerja. Ini tentu setelah Anda memperhatikan bagian tumit dan ujungnya terlebih dahulu. Dan disarankan juga untuk memilih bahan dari kulit, suede atau kain. Usahakan tidak memakai sepatu kerja dari bahan sintesis karena bahan tersebut tidak menyerap keringat.
 
Bagaimana dengan warna? Kombinasikan dengan busana yang Anda kenakan. Untuk aman, pilih saja warna-warna netral seperti hitam, putih dan abu-abu. Ketiga jenis warna ini cocok dipakai untuk busana warna apapun. Hindari penggunaan warna yang tidak umum seperti merah, ungu, biru dan sebagainya kecuali kalau Anda memiliki busana dengan warna yang sama.
 
Untuk persoalan harga memang sangat relatif. Namun sepatu murah tidak berarti kualitasnya juga rendah. Memakai sepatu bukan persoalan mahal atau murah, serta merek terkenal atau tidak  terkenal. Sepatu adalah alat kita untuk bersosialisasi. Untuk itu, pilihlah sepatu kerja dengan kualitas terbaik agar bisa menunjang pekerjaan Anda di pabrik maupun di kantor.

Selasa, 02 Juli 2013

Memilih Sepatu Kerja yang Nyaman (1)

Sepatu Kerja Wanita
Bagi mereka yang bekerja, baik di pabrik maupun di perkantoran tentu membutuhkan kenyamanan dalam bergerak. Dan salah satu faktor yang membuat nyaman tersebut adalah sepatu. Bagi wanita yang bekerja di luar kota, misalnya di Jakarta, membutuhkan sepatu yang aman bagi kulit kaki karena mobilitasnya yang tinggi untuk berangkat dan pulang kerja. Apalagi mereka yang menggunakan angkutan umum seperti kereta, bis kota maupun busway. Kesalahan dalam memilih sepatu kerja bisa merusak bentuk maupun kesehatan kaki dalam jangka panjang.
 
Menghindari kaki lecet karena seringnya terjadi gesekan dengan kulit berawal dari pemilihan bahan sepatu wanita yang nyaman. Selain itu perhatikan juga bagian tumit dan ujung sepatu tersebut. Pilihlah yang bahannya bersifat fleksibel dan tidak keras sehingga Anda bisa menggunakannya dengan nyaman dan menghindari iritasi pada kulit kaki. Jika sepatu yang digunakan dari bahan yang keras, tentu saja bisa membuat kaki lecet dan terluka.
 
Untuk sepatu hak tinggi, perhatikan keseimbangan antara bagian depan dan belakangnya. Jangan pernah menggunakan sepatu hak tinggi untuk jangka waktu yang lama karena tidak bagus untuk aliran darah di kaki. Namun untuk waktu yang pendek, misalnya dipakai presentasi saat rapat, tentu saja tidak masalah. Kalau perlu, dalam perjalanan menuju atau pulang dari kantor, tanggalkan sepatu hak tinggi Anda, cukup menggunakan sandal biasa.

Senin, 01 Juli 2013

Tampil Kasual dengan Sepatu Kasual



Memilih sepatu untuk dikenakan dalam acara-acara santai terkadang menjadi masalah sendiri bagi sebagian orang. Bukan karena tidak ada dana untuk membeli sepatu, melainkan karena rasa khawatir bahwa sepatu yang dipilih tersebut tidak cocok dengan busana yang dikenakan. Apalagi kalau pilihan busananya juga banyak, semakin bingung orang memilihnya.

Untuk yang menggunakan celana jeans, sangat disarankan menggunakan sepatu berbahan dasar kanvas, bukan kulit. Sepatu kulit biasanya lebih cocok untuk acara-acara formal seperti pergi ke kantor, sidang tesis, resepsi pernikahan, dan lainnya. Sementara sepatu kanvas cocok untuk dipakai kuliah, jalan-jalan, atau bersantai di kafe.

Selain bahan dasar, pemilihan warna sepatu kasual harus disesuaikan dengan busana yang dikenakan. Warna netral adalah putih dan hitam, namun tidak tertutup kemungkinan memakai sepatu warna ungu karena busana atasan dan bawahannya juga berwarna ungu. Pemilihan warna yang senada ini memberi kesan bahwa Anda tampil terkonsep, tematik dan bukan sekedar asal berpakaian.

Setelah itu barulah ditunjang dengan aksesoris pendukung. Bagi wanita bisa menggunakan tas sebagai pelengkapnya, yang disesuaikan dengan warna busana dan sepatu. Penampilannya menjadi lebih kuat dengan konsep yang juga kuat. Sedangkan bagi pria, aksesoris pendukung bisa tas laptop, jaket, helm dan lainnya.
Sebelum memilih dan membeli sepatu casual, ada baiknya Anda perhatikan dulu dominasi warna pakaian yang dimiliki serta aksesoris. Ini untuk menginventarisir sepatu casual seperti apa yang Anda butuhkan, dibandingkan Anda membeli hanya karena ’cinta pada pandangan pertama’ saja.